← Kembali ke Blog
Creative Things

Apa Sebenarnya Definisi Street Photography?

Street photography sering jadi genre paling ribut soal definisi. Kami bongkar tiga pertanyaan besarnya, dari soal jalan sampai soal aturan.

P
Pramudya Adji PradanaCreative Director
// Tanggal22 September 2026
// Waktu baca5 menit
Apa Sebenarnya Definisi Street Photography?

Bayangkan kamu lagi berdiri di trotoar, kamera di tangan, dan seseorang lewat dengan wajah yang bikin kamu refleks mengangkat lensa. Klik. Sekarang coba jelaskan ke temanmu, itu tadi foto apa? Jawabannya nggak sesederhana yang kamu kira. Street photography itu genre yang paling sering bikin perdebatan di antara fotografer, dan nggak jarang perdebatan itu berakhir tanpa titik temu. Jadi wajar kalau banyak yang bertanya, sebenarnya apa sih definisi street photography?

Sumber yang kami rujuk di sini adalah artikel "A Definition of Street Photography" dari Do Street Photography. Artikel itu membahas tiga pertanyaan besar: apakah kita benar-benar butuh definisi, apakah harus ada jalan di dalamnya, dan apakah perlu ada aturan. Dari situ, kita bisa mulai membongkar satu per satu.

Kenapa street photography butuh definisi yang jelas?

Menurut Do Street Photography, definisi itu penting karena memberi kita pemahaman bersama soal apa yang sedang kita bicarakan. Tanpa definisi, obrolan soal genre ini gampang melebar ke mana-mana.

Ada alasan psikologis di baliknya. Fotografer lanskap atau potret jarang berdebat soal batas genre mereka. Tapi street photography selalu jadi anak yang paling ribut di kelas fotografi.

Encyclopaedia Britannica, yang dikutip Do Street Photography, mendefinisikan street photography sebagai genre yang merekam kehidupan sehari-hari di ruang publik. Sifat publik dari lokasi itulah yang memungkinkan fotografer mengambil gambar candid orang asing, sering kali tanpa sepengetahuan mereka.

Jadi ada dua kata kunci di situ: ruang publik dan momen candid. Dua hal itu yang jadi fondasi, bukan hal-hal lain yang sering diperdebatkan.

Apakah harus ada jalan di dalam street photography?

Jawaban singkatnya: tidak. Do Street Photography menegaskan bahwa kata "street" di nama genre ini justru menyesatkan.

Kalau kamu memotret jalan kosong dengan beberapa orang yang sedang nggak melakukan apa-apa, itu bukan street photography. Itu cuma snapshot sebuah jalan. Beda banget.

Fotografer street kenamaan Nick Turpin, yang juga dikutip Do Street Photography, mengusulkan istilah "Candid Public Photography" sebagai nama yang lebih akurat. Alasannya, karya street photography dibuat tanpa intervensi, di ruang publik (tidak harus jalan), dan merupakan foto yang digambar dengan cahaya, bukan diolah di komputer setelahnya.

Poin Turpin ini masuk akal. Yang menentukan sebuah foto masuk genre street photography bukan lokasinya, tapi caranya. Tanpa intervensi, candid, dan terjadi di ruang publik.

Apakah street photography perlu aturan baku?

Do Street Photography menyoroti bahwa aturan sering kali datang dari kalangan puris. Mereka yang paling keras mempertahankan batas-batas genre.

Tapi di sisi lain, banyak juga fotografer yang merasa definisi justru membatasi kreativitas. Mereka nggak mau dikotak-kotakkan.

Jawaban Do Street Photography di sini cukup bijak. Kamu boleh kok jadi street photographer yang juga dokumenter, atau fotografer fine art yang memakai pendekatan street photography. Genre nggak harus saling meniadakan.

Masalahnya, kalau kamu nggak mau disebut apa pun, kamu cuma jadi "fotografer". Itu sah-sah aja. Tapi begitu ada yang tanya "fotografi jenis apa yang kamu tekuni?", kita balik lagi ke pertanyaan awal.

Sulit rasanya jadi tanpa genre di dunia yang penuh genre. Jadi aturan itu bukan penjara, lebih ke bahasa bersama supaya kita bisa ngobrol.

Apa yang membedakan street photography dari genre lain?

Kalau kita tarik benang merah dari sumber Do Street Photography, ada beberapa ciri yang menonjol.

  • Dibuat di ruang publik, bukan di studio atau lokasi privat.
  • Subjeknya sering kali orang asing yang nggak sadar sedang difoto.
  • Momennya candid, tanpa arahan dan tanpa intervensi fotografer.
  • Tujuannya bisa sosial, bisa juga murni estetis. Nggak harus selalu ada pesan besar.

Yang menarik, Do Street Photography menekankan bahwa street photographer suka mengisolasi dan menangkap momen yang kalau nggak difoto mungkin akan lewat begitu saja. Jadi genre ini soal ketajaman mata, bukan soal lokasi.

Kalau kamu memotret di pasar tradisional, di halte bus, atau di teras masjid, itu tetap bisa disebut street photography. Selama ruangnya publik dan momennya candid.

Gimana cara menjelaskan street photography ke orang awam?

Ini pertanyaan praktis yang sering muncul. Apalagi kalau kamu lagi ngobrol sama klien atau teman yang nggak berkecimpung di dunia foto.

Cara paling gampang, jelaskan lewat tiga kata: publik, candid, dan momen. Tiga kata itu cukup untuk membedakan street photography dari potret studio atau foto lanskap.

Do Street Photography juga menyinggung bahwa istilah "street" bikin salah paham. Jadi kalau kamu pakai istilah alternatif dari Nick Turpin, yaitu candid public photography, orang awam mungkin lebih cepat paham.

Nggak perlu menjelaskan sejarah panjang atau daftar aturan. Cukup bilang bahwa street photography itu cara memotret kehidupan sehari-hari di ruang publik secara apa adanya.

Jadi, apa definisi street photography versi Do Street Photography?

Setelah membahas tiga pertanyaan besar itu, Do Street Photography akhirnya sampai pada kesimpulan sendiri. Definisi mereka dibangun dari pengalaman lapangan, bukan dari buku teks.

Intinya, street photography adalah pendekatan memotret yang merekam kehidupan publik secara candid. Lokasinya bisa jalan, bisa juga bukan. Yang penting ruangnya publik dan momennya nggak diatur.

Aturan boleh ada, tapi jangan sampai jadi tembok yang bikin orang takut berkarya. Do Street Photography menempatkan definisi sebagai alat komunikasi, bukan alat penghakiman.

Kalau kamu baru mulai menekuni genre ini, nggak perlu langsung memilih kubu. Coba dulu motret di ruang publik, perhatikan momen kecil yang biasanya lewat, dan lihat sendiri apakah hasilnya terasa seperti street photography atau bukan.

Anyway, intinya gini. Definisi itu berguna buat ngobrol, bukan buat membatasi. Selama fotomu dibuat di ruang publik, tanpa intervensi, dan menangkap momen yang jujur, kamu sudah ada di jalur yang benar. And that's it, nggak serumit yang kamu kira.

Sumber

// Tags
street photographydefinisifotografi jalananfoto candidruang publik
P
// Ditulis olehPramudya Adji Pradana

Tim kreatif di balik Hayuk Main Creative Lab — production house berbasis di Jakarta yang fokus pada fotografi, videografi, dan visual storytelling sejak 2018.

Baca juga.

Cerita lain dari balik lensa tim kami.

// Ready? //

Siap mulai project
bersama kami?

Konsultasi gratis, tanpa komitmen. Ceritakan kebutuhan kamu.

Book Sekarang →Hubungi Kami