Tiga hari. Enam venue berbeda. Lebih dari dua belas cabang olahraga. Ini bukan hitung-hitungan yang biasa kami hadapi — ini adalah PON XXI, ajang olahraga nasional terbesar di Indonesia.
Brief-nya sederhana: cover highlight pertandingan di beberapa cabang utama dan deliver raw footage dalam 48 jam. Yang tidak sederhana adalah logistik di baliknya — koordinasi tim di venue yang tersebar, jam pertandingan yang sering overlap, dan cuaca Aceh yang panas ekstrem.
Hari Pertama: Orientasi dan Setup
Hari pertama kami dedikasikan untuk orientasi venue. Masing-masing anggota tim dapat assignment venue dan cabang olahraga spesifik. Mulai dari atletik, renang, angkat besi, sampai pencak silat — setiap cabang punya kebutuhan visual yang berbeda.
Gear Pilihan untuk Sports Outdoor
- Sony A7SIII: performa low light untuk venue indoor yang sering remang
- Lensa 400mm f/2.8: untuk freeze action dari jarak jauh tanpa ganggu atlet
- Monopod carbon fiber: lebih mobile dari tripod, lebih stabil dari handheld
- Extra baterai x10 per kamera — cuaca panas drain baterai 30% lebih cepat
Hari Kedua: Maraton Pertandingan
Hari kedua adalah yang paling intense. Pertandingan mulai dari jam 7 pagi dan beberapa final berlangsung paralel di venue berbeda. Kami split tim jadi dua sub-tim yang koordinasi via WhatsApp group, dan setiap malam briefing singkat untuk evaluasi footage hari itu.
“Shooting olahraga bukan tentang menunggu momen — ini tentang antisipasi. Kamu harus bisa 'baca' pertandingan sebelum momen kunci terjadi.”
Hari Ketiga dan Apa yang Kami Pelajari
Di hari ketiga, kami sudah cukup 'hafal' ritme setiap venue. Final-final berlangsung dengan intensity yang lebih tinggi, dan footage yang kami dapat pun jauh lebih powerful. Total footage yang kami deliver untuk PON XXI menjadi salah satu yang paling kami banggakan. Untuk event olahraga, cek paket highlight pertandingan kami.
Tim kreatif di balik Hayuk Main Creative Lab — production house berbasis di Jakarta yang fokus pada fotografi, videografi, dan visual storytelling sejak 2018.